Back

Stock Exchange of Thailand Dibuka 1.158,04, Terendah Baru 2025 Pasca Terdampak Gempa 7,7 Magnitudo

  • SET berusaha bangkit setelah turun ke level-level awal tahun 2020.
  • Saham-saham konstruksi dan perumahan menjadi perhatian setelah negara ini terdampak gempa pada Jumat lalu.
  • Semua investor di dunia menantikan pengumuman tarif oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang diprakirakan pada 2 April 2025.

Stock Exchange of Thailand (SET) berada di 1.159,69 pada saat berita ini ditulis. SET dibuka dengan gap bawah di 1.158,04 di hari pertama pekan baru dan juga hari terakhir Maret 2025 dan ini adalah terendah baru 2025 dan juga level terendah sejak 7 April 2020. Indeks sempat naik untuk mencatatkan tertinggi hari 1.169,09 meskipun kemudian memangkasnya ke level-level saat ini.

Kinerja SET ini terjadi setelah Thailand terdampak gempa 7,7 magnitudo di wilayah Sagaing, Myanmar, pada Jumat 28 Maret 2025. Dan perusahaan-perusahaan perumahan dan konstruksi lebih dicermati di seputar kejadian ini. Saham Sena Development Publik Comany Ltd turun ke 1,98 yang merupakan level terendah sejak 9 April 2020. Sementara saham Syntec Construction Publik Co.Ltd juga mengalami penurunan lebih dari 0,63% ke 1.56 Sedangkan saham perusahaan-perusahaan konstruksi besar lainnya tidak menunjukkan pergerakan yang signifikan.

Indeks SET50, yang merupakan indeks yang mencakup 50 saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Thailand, menunjukkan kinerja yang hampir serupa dengan SET. Indeks ini dibuka dengan gap bawah dan mencapai 715,4 yang merupakan level terendah sejak 31 Maret 2020 sebelum bangkit ke 731,4 pada saat berita ini ditulis.

Namun, SET dan bursa-bursa di Asia dalam siaga jelang pengumuman tarif oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada 2 April 2024. Sebelumnya Wall Street Journal melaporkan pemerintah Trump mempertimbangkan tarif perdagangan yang lebih tinggi. Dengan Nikkei 225 turun lebih dari 1,80% ke 35.548, turun untuk empat hari perdagangan berturut-turut. Namun demikian reaksi pasar bisa tidak signifikan ketika pengumuman sesuai dengan yang telah disebut-sebut Trump dalam beberapa hari ke belakang, kecuali ada kejutan besar.

USD/THB diperdagangkan di 33,31 dan bergerak sideways di kisaran 34,05-33,77 sejak pekan lalu, tampak tidak terpengaruh peristiwa gempa baru-baru ini dan potensi tarif perdagangan AS dalam waktu dekat. 

Dalam gambaran yang lebih besar, SEC sudah berada dalam tren menurun, dan penurunan Jumat lalu dan gap bawah pada pembukaan hari ini semakin memperkuat tren menurun. Indeks ini sudah turun lebih dari 17% di tahun berjalan dari 1.397,93 di awal Januari. Jika indeks turun lebih jauh, SEC akan mengekspos support yang merupakan level-level 2020. Support pertama adalah 1.104,12 (terendah 31 Maret 2020), 1.010,60 (terendah 19 Maret 2020), dan 969,08 (terendah 2020 yang diraih pada 13 Maret 2020). Sedangkan untuk sisi atas, indeks bisa dibatasi oleh resistance di 1.194,65 (tertinggi 26 Maret 2025), 1.200,09 (tertinggi 20 Maret 2025), dan 1.211,24 (tertinggi 3 Maret 2025).

Grafik Harian SET

SET

Presiden ECB Lagarde: Kami Hampir Mencapai Target Inflasi Kami

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde mengatakan pada hari Senin bahwa "kami hampir mencapai target inflasi kami."
Baca selengkapnya Previous

IHK Bavaria (Bln/Bln) Jerman Maret Turun dari Sebelumnya 0.4% ke 0.3%

IHK Bavaria (Bln/Bln) Jerman Maret Turun dari Sebelumnya 0.4% ke 0.3%
Baca selengkapnya Next